Orang Tua Perlu Terapkan Pola Asuh Generasi Millenials

Orang Tua Perlu Terapkan Pola Asuh Generasi MillenialsIlustrasi

Pola asuh saat ini memang sudah berbeda dengan pola asuh yang diterapkan orang tua jaman dulu. Anak-anak yang lahir pada era tahun 1980 an hingga tahun 2000 yang disebut generasi millenials cukup sulit untuk ditebak.

Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan, salah satu karakteristik utama yang bisa ditemukan pada generasi millenials adalah ambisius, cita-citanya tinggi, dan aspirasinya tinggi. “ Mereka juga adventurous, sangat kreatif dan sangat sosial,” jelasnya.

Dipaparkan Ratih juga, bahwa generasi millenials merupakan generasi yang mencintai kebebasan. Mereka cenderung senang menantang diri sendiri, mengeksplorasi hal baru, dan mengambil risiko. Meski terdengar positif, namun justru karakteristik inilah yang seringkali menjerumuskan millenials pada masalah finansial.

“Karena mereka belum cukup paham, maka perilaku yang muncul adalah konsumtif, makanya jadi shopaholic atau hobi belanja dan segala macem. Akibatnya kan jadi pake credit card dari bapak ibunya, jadinya malah pemborosan ya,” jelas Ratih.

Dengan karakteristik seperti itu, ditegaskan Ratih, kontrol orang tua memiliki peran besar.

“Kasih batasan, dan dipantau. Kalau dia pakai kartu kredit dipantau pengeluarannya apa saja, termasuk mempertanggungjawabkan ke orang tuanya. Kalau itu udah jadi kebiasaan, pola itu akan dilakukan,” lanjut Psikolog dua anak ini.

Ia juga mengingatkan, perilaku anak juga sebetulnya merupakan hasil pengaruh yang besar sekali dari kebijakan orang tuanya.

Menurut Ratih, orang tua perlu mendidik anak-anaknya untuk mampu memahami fakta bahwa kekayaan sejatinya bukan hanya masalah uang belaka. Namun juga menyangkut kehidupan yang sehat, seimbang, dan bahagia.

“Nah ini semua harus dikelola, sementara di satu sisi ini adalah generasi yang butuh eksis. Nah ini butuh dipahami oleh millenials, termasuk orang tuanya, termasuk yang harus mempersiapkan generasi berikutnya, bahwa sebetulnya orang-orang millenials ini sebetulnya punya tujuan hidup, dan tujuan hidupnya didefinisikan dengan benar, itu kualitas hidupnya akan bagus,” paparnya lagi.

Dengan demikian, para millenials akan dan paham soal apa yang harus dilakukan. Mereka akan mengerti tentang pengaturan keuangan, cara mengatur hidup, berapa banyak uang yang harus ditabung dan dibelanjakan, apa saja yang dibelanjakan, bagaimana karier masa depannya agar hidupnya semakin bagus. Yanuar Jatnika

Sumber : sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

COMMENTS