Monitoring Parental Efektif Hindarkan Remaja dari Seks Pranikah

Monitoring Parental Efektif Hindarkan Remaja dari Seks PranikahIlustrasi

Monitoring parental atau pengawasan oleh orang tua merupakan tindakan yang paling efektif yang harus dilakukan orang tua agar anaknya yang remaja terhindar dari perilaku seks sebelum nikah atau seks bebas.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak, Linda Suwarni, saat mengikuti sidang ujian terbuka program doktoral di Fakultas Kedokteran UGM tahun lalu mengatakan, aspek-aspek monitoring parental yang dapat mencegah remaja melakukan perilaku seks pranikah, diantaranya :

Satu, pengenalan terhadap keberadaan, aktivitas, dan teman-teman remaja;

Dua,  hubungan orang tua dengan remaja yang diindikasikan dengan kepedulian orang tua;

Tiga, kepercayaan yang diberikan, atau frekuensi komunikasi di dalam keluarga;

Empat, pengawasan orang tua atas pergaulan, jam malam, dan konsekuensi yang diterima remaja jika melanggar aturan/batasan yang sudah ditetapkan orang tua.

Lima, komunikasi orang tua dengan remaja, tidak hanya terkait seksualitas tetapi juga komunikasi tentang kegiatan sehari-hari;

Enam, kontrol psikologis juga menjadi aspek yang perlu menjadi perhatian kedua orang tua.

Namun, Linda menambahkan, penerapan monitoring parental itu perlu memiliki keseimbangan. Monitoring yang berlebihan justru dapat berkontribusi pada perilaku seksual berisiko remaja.

“Monitoring parental mengurangi frekuensi hubungan seks pada remaja melalui pembatasan kesempatan melakukan aktivitas seksual. Akan tetapi, beberapa studi mengindikasikan bahwa aktivitas seksual cenderung meningkat jika kontrol parental berlebihan atau intrusif,” jelasnya.

Linda pun menyarankan agar kedua orang tua dapat bekerja sama dalam melakukan pengawasan kepada anak remajanya sedini mungkin. Tidak hanya dengan mengetahui dan memantau keberadaan dan aktivitas remaja serta menyampaikan batasan dan aturan yang jelas, tetapi juga dengan menjalin komunikasi dan hubungan yang dekat dengan anak remaja melalui waktu kebersamaan dalam keluarga. Yanuar Jatnika

Sumber : sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

COMMENTS