Mengelola Rasa Takut Anak

Mengelola Rasa Takut AnakIlustrasi anak ketakutan. shutterstock.com

SAHABAT KELUARGA – ”Ibu, gelap! Aku takut!”

”Gludak!”

”Ada suara apa itu, Bu? Aku takut, Bu!”

Situasi seperti ini biasanya membuat anak merasa takut. Hal yang wajar karena hampir semua orang memilikinya.

Ada beragam pemicu rasa takut. Ada yang takut gelap, suara gaduh, hantu, berbicara di depan banyak orang hingga takut ditinggal bepergian oleh orang tuanya.

Ketakutan-ketakutan yang kecil ini juga bisa berujung pada ketakutan yang berlebihan. Dari sini, terkadang orang tua menjadi seperti dibuat bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengobati dan mengelola ketakutan si anak.

Untuk mengatasi persoalan itu, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dicoba:

Pertama, jika anak takut suara gaduh. Anda bisa mengelola rasa takut itu dengan mengajak anak ke tempat terbuka, seperti bukit, taman, maupun pegunungan. Selanjutnya minta anak berteriak kencang, semakin kencang hingga kencang sekali. Setelah itu, berilah pengertian pada anak untuk tidak takut lagi dengan suara gaduh.

Kedua,bila anak takut hantu. Anda bisa mengajak anak menggambar hantu, seperti pocong lucu yang berbentuk bantal guling. Berikan pengertian pada anak untuk tidak takut pada hantu karena memiliki Tuhan yang melindungi kita kapan pun dan di mana pun berada. Lakukan cara itu hingga anak mengatakan, ”Bu, saya tidak takut lagi dengan hantu, saya punya tuhan yang selalu melidungiku.”

Ketiga, jika anak takut gelap. Anda bisa mengajak anak untuk menonton film di bioskop atau bermain petak umpat dengan mata tertutup. Dengan cara ini anak akan terlatih dan terbiasa dengan suasana gelap serta bisa mengenali benda yang ada disekitarnya. Hal ini akan berlaku juga saat mati lampu, anak tidak lagi berteriak ketakutan namun anak akan tetap tenang dan tidak panik.

Keempat, jika anak takut berbicara di depan orang. Anda bisa sesekali memberikan kesempatan kepada anak untuk bercerita di depan Anda. Bercerita tentang apa pun itu. Jika anak berhasil bercerita maka berilah hadiah kecil atau penghargaan agar anak termotivasi untuk terus melakukannya. Jika anak tidak mau bercerita, maka bujuklah anak hingga mau bercerita. Dari sini akan tumbuh rasa keberanian dalam diri anak sehingga anak tidak lagi gugup maupun takut saat harus berbicara di depan teman-temannya.

Dengan keempat cara ini, Anda tidak bingung lagi untuk mengelola rasa takut anak. Selamat mencoba! (Mukhamad Hamid Samiaji – Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Institut Agama Islam Negeri Purwokerto)

 

Sumber : sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

COMMENTS