Memahami Anak yang Gemar Cari Perhatian dari Lingkungan Sekitar

Memahami Anak yang Gemar Cari Perhatian dari Lingkungan SekitarFoto: Thinkstock

HaiBunda, Jakarta – Di usia tertentu, biasanya sekitar enam tahun, anak sudah lebih sadar akan lingkungannya. Karena itulah, beberapa anak mulai ‘gemar’ mencari perhatian dari lingkungan sekitar.

Nah, salah satu caranya dengan self sexualization. Jadi anak ingin tampil dewasa dan mengekspos sisi seksualitasnya agar harga dirinya lebih tinggi, sehingga membuat mereka lebih bangga dan percaya diri.

“Dalam konsep ini lebih ke anak ingin membanggakan dirinya karena ingin menonjol secara fisik, atau punya percaya diri yang tinggi ketika ia memakai pakaian yang terbuka atau seksi,” kata psikolog Anastasia Satriyo M.Psi, Psikolog saat ngobrol dengan HaiBunda.

Ketika anak sudah aktif dan ingin mencari perhatian dari lingkungan sekitar, ada beberapa cara dalam menghadapinya. Yuk simak saran dari psikolog yang akrab disapa Anas ini:

1. Mengedukasi Diri Sendiri Sebagai Orang Tua

Mungkin kita sering memuji fisik anak kita sendiri ya, Bun. Misalnya memuji kerupawanan wajah anak kita. Hal ini bisa jadi melekat benar dalam benak anak, sehingga mereka ingin selalu tampil cantik atau ganteng.

Ketika ada anak lain yang dirasa lebih cantik, anak kita jadi nggak terima. Sehingga mereka menjadikan dirinya memenuhi kriteria cantik yang selama ini merupakan bentukan media massa. Bahkan bukan nggak mungkin mereka memilih tampil seksi seperti boneka Barbie agar mendapat pengakuan cantik dari lingkungan sekitar.

“Sebaiknya perbanyak cerita positif ke anak supaya mereka nggak hanya berpikir bahwa dengan berpakaian mini atau terbuka atau berdandan seperti orang dewasa akan membuat terlihat cantik. Masih banyak yang bisa dikembangkan selain ‘pembetulan’ fisik,” saran Anas.

Kalau mendapati anak kita memakai baju terlalu ketat atau terlalu mini, kita juga harus menjaga diri untuk tidak memarahinya di depan umum atau menduga yang tidak-tidak. “Misal jika anak senang memakai baju sempit atau terbuka, ia tidak akan bisa leluasa bermain karena terbatas gerakannya karena bajunya yang terlalu terbuka atau sempit,” sambung Anas.

2. Memahami Bahwa Anak Juga Manusia

Kita sebagai orang tua haruslah mengerti bahwa anak juga manusia. Anak butuh proses untuk lebih terarahkan ketika menginjak usia 5 atau 6 tahun ke atas.
Ada baiknya kita juga berkaca pada diri sendiri Bun. Dengan begitu kita lebih bisa mengarahkan anak.

3. Konsultasi Jika Diperlukan

Bun, jangan pernah malu untuk konsultasi ke ahlinya seperti ke dokter atau ke psikolog jika perilaku si kecil sudah di luar batas. Jangan sampai, kita nggak tahu masalahnya lalu mencoba menyelesaikannya sendiri. Akan berbahaya jika salah penanganan karena dapat berdampak bagi tumbuh kembang anak ke depannya.

Kita sebagai orang tua hendaknya yang paling paham soal anak kita ketimbang orang lain. Untuk itu penting, Bun, untuk memahami anak lebih dalam, observasi lebih sering dan banyak meluangkan waktu bareng anak. Dengan waktu yang luang bersama anak, kita bisa menciptakan ruang diskusi untuk saling memahami dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi anak.

(vit/vit)

COMMENTS