Lima Manfaat Bermain Monopoli Bagi Tumbuh Kembang Anak

Lima Manfaat Bermain Monopoli Bagi Tumbuh Kembang AnakIlustrasi | Foto: Istimewa

“Nera, sekarang giliranmu. Ayo lempar dadumu!” seru Zaka, bocah berusia tiga tahun itu.

“Baiklah, Ka. Mata daduku menunjukkan angka enam dan satu.”

“Asyik! Sekarang aku bisa melangkah lebih maju dari Kaka.”

Eitss…tunggu dulu, kakak juga sekarang sudah kaya, bisa membeli sepetak tanah di Amerika. Haha…” ledek kakak penuh tawa.

Wajah gembira tergambar merona dari dua bocah itu saat asyik bermain monopoli.

Siapa yang tidak kenal dengan permainan monopoli. Kegiatan bermain monopoli ini merupakan sebuah permainan yang asyik dan menyenangkan. Permainan ini bagus sekali dimainkan oleh anak-anak di era digital seperti sekarang. Sebab, membangun komunikasi sosial yang baik bagi anak perlu dilakukan agar nantinya anak tidak bersikap antisosial, menyendiri, dan tergantung dengan alat gadgetnya. Di samping itu, kegiatan bermain monopoli ini juga bisa memberikan manfaat positif dalam tumbuh kembang anak.

Berikut lima manfaat dari bermain monopoli yang dapat membantu tumbuh kembang anak.

Pertama, melatih anak untuk memecahkan masalah. Misalnya, saat anak terjebak di sebuah penjara dalam permainan itu. Anak akan terus berusaha keras bagaimana caranya agar dapat keluar dari permasalahan itu dan bisa memunculkan angka dadu yang sama. Dari sini anak sejak kecil sudah terlatih untuk mengatasi permasalahan dengan caranya sendiri. Sehingga saat dewasa nanti anak tidak tergantung pada orang lain untuk menyelesaikan permasalahan hidupnya.

Kedua, menumbuhkan karakter mengantri pada anak. Saat bermain monopoli, anak akan melempar dadu secara urut dan bergilir. Hal ini akan menumbuhkan kesabaran dalam diri seorang anak sehingga karakter budaya mengantri tertanam dengan baik.

Ketiga, membangun tujuan hidup dan mimpi anak. Tujuan akhir dari permainan ini adalah bisa sukses dan memenangkan permainan dengan berbagai macam strategi. Ini sama halnya dengan tujuan hidup seorang anak. Dari hal sederhana ini setidaknya bisa memberikan pelajaran bahwa untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan kerja kerasa, usaha, dan strategi. Sehingga sejak kecil anak memiliki tujuan dan mimpi serta tahu langkah apa yang harus dilakukan.

Keempat, meningkatkan interaksi sosial yang baik untuk anak. Saat anak bernegosiasi di dalam permainan misalnya. Hal ini tentu akan melatih bahasa dan seni berbicara sesama teman mainnya. Sehingga saat dewasa, interaksi sosial merupakan bukan hal yang sulit bagi anak karena sejak kecil keterampilan berbisa sudah dibangun dengan baik.

Kelima, melatih anak untuk bijak mengelola uang. Dalam bermain monopoli, anak akan melakukan transaksi jual beli agar dapat memiliki petak dan bangunan, baik rumah ataupun hotel dengan uang yang dimilikinya. Agar dapat memiliki aset yang banyak dan tidak cepat bangkrut maka diperlukan kepandaian anak dalam mengelola uang. Sehingga dari sini anak sejak kecil sudah terlatih dan cerdas dalam mengelola uang. (Mukhamad Hamid Samiaji – Tutor PAUD Wadas Kelir Purwokerto dan Relawan Pustaka Rumah Kreatif Wadas Kelir)

Author Details
Lahir di Banyumas, 19 Maret 1996. Aktivitas sehari-harinya adalah Mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri [IAIN] Purwokerto. Menjadi Relawan Pustaka di Rumah Kreatif Wadas Kelir [RKWK] sebagai tempat pengembangan pendidikan kreatif dan alternatif. Menjadi Penyair Muda. Menjadi Periset di Pusat Studi Pendidikan dan Kreativitas Anak [PSPKA] Purwokerto. Menjadi Pimpinan Pusat Pengembangan Penelitian dan Kerja sama [P3K] dan Pusat Pengembangan Lingkungan Masyarakat [P2LM] RKWK Purwokerto. Menjadi Pegiat Literasi di TBM Wadas Kelir Purwokerto. Aktif menulis puisi, esai, dan opini di media massa yang dipublikasikan di laman Sahabat Keluarga Kemdikbud, Anggun PAUD Kemdikbud, Minggu Pagi, Kompas, Republika, Suara Merdeka, Suara Pembaruan, Koran Jakarta, Keadaulatan Rakyat, dan sebagainya. Menjadi juara 3 LKTIN PGMI 2016 yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta. Menjadi Juara I Pemuda Pelopor 2017 bidang pendidikan tingkat Kabupaten Banyumas. Menjadi Juara II Pemuda Pelopor 2017 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Karya puisinya terdokumentasikan dalam buku Antologi Puisi Kampus Hijau (Penerbit Stain Press). Karya esai juga terdokumentasikan dalam buku Indonesia dan Teknologi: Antara Masyarakat Primitif dan Progresif (Obsesi Press,2016) dan buku Revitalisasi Sastra Pesantren (Annajah Press, 2016)

COMMENTS