Aktivitas Fisik Cegah Anak Depresi

Aktivitas Fisik Cegah Anak Depresisahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

Orang tua perlu waspada bila anak yang mulai beranjak remaja berubah perilaku. Misalnya yang biasanya ceria tiba-tiba jadi pemurung, yang biasanya senang bermain tiba-tiba jadi penyendiri, dan gampang tersinggung.

Orang tua perlu waspada, sebab depresi pada anak merupakan masalah kesehatan serius yang jarang disadari, tapi butuh penanganan segera.

Salah satu cara agar anak tak mudah terserang depresi adalah dengan membuat si kecil aktif berkegiatan. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP) memperkirakan, pemicu depresi  bisa muncul dari kombinasi faktor yang berhubungan dengan kesehatan fisik, aktivitas kehidupan, kondisi keluarga, lingkungan, kerentanan genetik, dan gangguan biokimia.

Sebuah temuan baru memberi angin segar. Ternyata, anak yang aktif cenderung tidak mengalami depresi.

Dilansir Science Daily, studi dilakukan Norwegian University of Science and Technology (NTNU), menunjukkan, aktivitas fisik yang cukup, dengan intensitas sedang atau tinggi–membuat anak lelah, berkeringat, atau terengah-engah–bukan hanya baik untuk kesehatan fisik anak, tapi juga melindungi dari depresi.

Studi itu menunjukkan, aktif secara fisik dapat berfungsi sebagai pengalih perhatian dan mengurangi kesempatan untuk memikirkan tentang pengalaman negatif. Dalam bentuk olahraga, aktivitas fisik menawarkan kesempatan untuk meningkatkan harga diri. Anak yang aktif lebih mudah bersosialisasi daripada anak yang tidak aktif.

Silje Steinsbekk, profesor departemen psikologi di NTNU mengatakan, temuan tersebut sangat penting diketahui, karena membuktikan bahwa aktivitas fisik dapat digunakan untuk mencegah sekaligus mengobati depresi lebih dini sejak masa kecil.

Seperti dikatakan Dr Larry Rosen, profesor emeritus psikologi di California State University, layaknya orang dewasa, anak kecil juga akan mendapatkan manfaat langsung dari olahraga teratur. “Pesan penelitian jelas. Olahraga saat ini akan membuat Anda merasa lebih baik nanti,” demikian kata Rosen.

Studi  NTNU juga menemukan, gaya hidup tak aktif, seperti menonton TV dan main game

tidak meningkatkan risiko depresi pada anak. Walau begitu, penting bagi orang tua memfasilitasi serta meningkatkan aktivitas fisik anak. Misalnya dengan bermain di luar rumah dan berolahraga. Yanuar Jatnika

 

Sumber : sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

COMMENTS