Tahapan Perkembangan Seksual Anak: Apa Yang Orangtua Perlu Pahami?

Tahapan Perkembangan Seksual Anak: Apa Yang Orangtua Perlu Pahami?

Tak hanya bertumbuh tinggi, perkembangan anak juga melibatkan sisi seksualitasnya. Pertumbuhan seksualitas anak-anak juga dimulai sejak mereka masih bayi. Sayangnya, sebagian besar orangtua belum menganggap perkembangan seksual anak sebagai sesuatu yang penting. Orangtua justru menganggap hal-hal yang berbau seksual adalah hal yang tabu dan tidak layar dibahas bersama anak. Padahal, asalkan orangtua mengerti bagaimana tahapan perkembangan seksual mereka, orangtua pun bisa memberikan pendidikan seks terbaik sejak usia dini. Hal ini penting untuk mencegah mereka menjadi korban pelecehan seksual.

Sebagai orangtua, Anda tentu pernah gelagapan menjawab pertanyaan anak seputar seksual. Agar tidak salah jawab, sebaiknya pahami dulu perkembangan seksual pada anak. Penjelasan dasar ini juga penting untuk Anda yang masih punya anak berusia balita.

Bayi Usia 0 – 2 tahun: Sentuhan itu Bikin Nyaman

Bagi bayi usia 0 – 2 tahun, mereka menemukan sesuatu yang baru yang mereka peroleh dari sentuhan ibunya. Melalui sentuhan, pelukan, dan ciuman dari orangtua, bayi belajar tentang sentuhan yang bisa membuat mereka nyaman. Bagi bayi pada usia ini, sentuhan memberi arti yang penting

Balita Usia 2 – 4 Tahun : Sadar Jenis Kelamin

Meginjak usia 2 – 4 tahun, mereka sudah mulai menyadari jenis kelamin mereka. Mereka sudah belajar mengenali bagian tubuhnya. Selain itu, mereka juga mulai penasaran dengan tubuh orang lain. Pada usia ini, ada yang dikenal sebagai fase phalic (phallic phase), di fase ini anak akan sering terlihat memegang kelaminnya, tetapi ini dilakukan tanpa orientasi seksual dalam pikiran anak. Fase ini terjadi di rentang usia 3-6 tahun.

Anak Pra-Sekolah Usia 4 – 6 Tahun: Dari mana asal bayi?

Ketika anak sudah menginjak dunia pra-sekolah, pengetahuan mereka pun semakin luas. Mereka mengenal tubuhnya dan tubuh orang lain melalui bermain, misalnya main dokter-dokteran. Ketika anak-anak berusia 6 tahun, mereka mulai bisa membedakan perilaku anak laki-laki dan anak perempuan. Lalu, pada usia ini, anak-anak sering bertanya dari mana asal bayi.

Anak Usia Sekolah 7 – 9 Tahun: Kami berteman.

Anak-anak sudah tahu darimana asal bayi, yaitu dari perut ibu. Pada usia ini juga, anak mulai belajar berfantasi. Anak-anak mungkin bisa jatuh cinta. Akan tetapi, yang paling penting bagi anak usia 7 – 9 tahun adalah pertemanan. Anak laki-laki dan anak perempuan sering bermain sendiri-sendiri atau terpisah. Bermain merupakan aktivitas yang menyenangkan untuk mereka. Lalu, pada periode ini pula, anak sudah punya rasa malu ketika telanjang di hadapan orang.

Usia Puber 10 – 12 Tahun: Cinta dan Rasa Kurang Percaya Diri

Masa pubertas biasanya dimulai ketika anak berusia 10 – 15 tahun. Pada periode ini, ada perubahan drastis yang dialami anak-anak. Pada masa transisi menuju dewasa, anak-anak sering merasa kebingungan atau kurang percaya diri dengan tubuhnya. Di sisi lain, mereka sudah mulai jatuh cinta. Mencoba saling bersentuhan dengan lawan jenis bahkan sampai berciuman. Mereka juga mulai penasaran dan tertarik gambar berbau seksual. Pada masa ini, bimbingan seksual dari orangtua sangat diperlukan.

Usia Remaja 12 – 15 Tahun: Mulai merayu dan pacaran

Remaja pada usia ini berpikir seolah-olah mereka adalah orang dewasa. Mereka mulai berani menggoda lawan jenis, pacaran, dan melakukan kontak fisik. Kelompok usia ini sangat perlu diajari bagaimana cara berkomunikasi, berelasi, negosiasi, memahami keinginan diri, dan batas-batasnya. Rasa hormat dan menghargai menjadi hal yang penting untuk disampaikan pada mereka.

Pada usia ini, remaja juga sudah mulai aktif seksual sehingga sangat penting bagi mereka untuk belajar hal-hal tentang pentingnya membuat rencana masa depan, konsekuensi dan risiko hamil di usia dini, dan risiko terjangkit penyakit seksual menular. Penggunaan internet yang semakin tak berbatas juga mempengarugi perkembangan remaja pada masa kini.

Pada tahap awal memberikan pendidikan seksual pada anak, Anda harus tahu dulu bagaimana perkembangan kondisi seksual mereka. Pembahasan ini akan diulas dalam beberapa episode. Ulasan ini adalah pengantar untuk Anda. Sementara kami mengumpulkan sumber, Anda bisa bertanya melalui kolom komentar. Pertanyaan terpilih nanti akan dijawab dalam pembahasan berikutnya.

Jangan lupa share artikel ini untuk mengajak orangtua lain agar lebih paham terkait pendidikan seksual pada anak. (Sumber referensi: Rutgers WPF Indonesia)

Sumber : schoolofparenting.id

COMMENTS