Mengenalkan Api dan Bahayanya Pada Anak Usia Dini

Mengenalkan Api dan Bahayanya Pada Anak Usia DiniIlustrasi | Foto: Istimewa

Anak usia dini adalah anak yang memiliki rasa ingin tahu lebih dan selalu saja ingin mencoba hal-hal baru. Pada usia tersebut pula seringkali anak tidak memperdulikan apakah hal baru yang dilakukan itu membahayakan dirinya atau tidak. Seperti bermain api misalnya. Bermain api bagi anak usia dini adalah sesuatu yang bahaya, terlebih jika di luar pengawasan dari orang tua. Sering kali kita melihat berita di televisi ataupun surat kabar yang menginformasikan peristiwa kebakaran yang disebabkan keteledoran orang tua yang membiarkan anaknya bermain api. Dari sini, maka orang tua harus lebih waspada dan selalu mendampingi anak di setiap tindakannya. Untuk itu, tidak ada salahnya jika orang tua mengenalkan api dan bahayanya sedini mungkin pada anaknya.

Pertama, ajak anak untuk menyalakan lilin. Biarkan anak sejenak untuk mengamati lilin yang telah dinyalakan. Mintalah kepada anak untuk mendekatkan tangannya kearah sumbu api. Setelah itu mintalah anak untuk mendekatkan kertas pada api hingga terbakar.

Kedua, berikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pendapat. Mintalah anak untuk mengungkapkan pendapatnya tentang rasa panas saat tangan dekat dengan api. Dengan begitu dapat diketahui apakah anak sudah mengetahui apa belum bahwa sifat api itu panas dan bisa membakar sesuatu yang lainnya.

Ketiga, mulailah memberikan pengetahuan pada anak kenapa tidak boleh bermain api. Orang tua bisa memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak. Seperti “Nak, api itu panas, jika mengenai tubuh kita maka kulit melepuh dan terbakar. Kamu tahu bagaimana rasanya? Ya, sakit dan perih”.

Keempat, selain mengenalkan panas, orang tua juga perlu mengajarkan cara mengatasi atau mengobati anggota tubuh saat terkena api dan bagaimana cara memadamkan api sehingga anak menjadi semakin paham tentang api dan bahayanya. (Mukhamad Hamid Samiaji – Tutor PAUD Wadas Kelir, Pegiat Literasi, dan Mahasiswa di IAIN Purwokerto)

Author Details
Lahir di Banyumas, 19 Maret 1996. Aktivitas sehari-harinya adalah Mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri [IAIN] Purwokerto. Menjadi Relawan Pustaka di Rumah Kreatif Wadas Kelir [RKWK] sebagai tempat pengembangan pendidikan kreatif dan alternatif. Menjadi Penyair Muda. Menjadi Periset di Pusat Studi Pendidikan dan Kreativitas Anak [PSPKA] Purwokerto. Menjadi Pimpinan Pusat Pengembangan Penelitian dan Kerja sama [P3K] dan Pusat Pengembangan Lingkungan Masyarakat [P2LM] RKWK Purwokerto. Menjadi Pegiat Literasi di TBM Wadas Kelir Purwokerto. Aktif menulis puisi, esai, dan opini di media massa yang dipublikasikan di laman Sahabat Keluarga Kemdikbud, Anggun PAUD Kemdikbud, Minggu Pagi, Kompas, Republika, Suara Merdeka, Suara Pembaruan, Koran Jakarta, Keadaulatan Rakyat, dan sebagainya. Menjadi juara 3 LKTIN PGMI 2016 yang diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta. Menjadi Juara I Pemuda Pelopor 2017 bidang pendidikan tingkat Kabupaten Banyumas. Menjadi Juara II Pemuda Pelopor 2017 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Karya puisinya terdokumentasikan dalam buku Antologi Puisi Kampus Hijau (Penerbit Stain Press). Karya esai juga terdokumentasikan dalam buku Indonesia dan Teknologi: Antara Masyarakat Primitif dan Progresif (Obsesi Press,2016) dan buku Revitalisasi Sastra Pesantren (Annajah Press, 2016)

COMMENTS