Memerintah Anak Tak Harus dengan Bentakan

Memerintah Anak Tak Harus dengan BentakanIlustrator

SAHABAT KELUARGA – Sebenarnya anak yang suka membentak tidak lepas dari kebiasaan orang tua yang sering membentaknya, atau karena anak sering mendapati teman bermainnya yang suka membentak dan berkata kasar. Anak akan belajar dari pengalaman yang diperoleh. Semakin banyak pengalaman baik yang anak peroleh, maka semakin anak dapat berperilaku baik dan sebaliknya.

Kebanyakan orang tua sering menggunakan cara membentak sebagai sebuah alternatif agar anak mau menuruti apa yang dikatakan orang tuanya, tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang akan mempengaruhi perkembangan anak di saat dewasa nanti. Sebenarnya, anak dapat mematuhi perintah orang tua tanpa harus membentaknya. Agar anak mematuhi perintah orang tua, sebaiknya orang tua melakukan cara–cara sebagai berikut:

Pertama, dekati anak dan bawa anak pada suasana senang dengan kita. Misal, dengan kita ikut bermain terlebih dahulu, meski hanya sebentar ketika anak sedang asyik bermain. Jika kita langsung memberikan perintah tanpa mendekatinya lebih dulu, biasanya anak akan marah.

Kedua, berbicaralah dengan nada yang ramah, tidak disertai dengan amarah serta mudah dipahami anak. Karena sesungguhnya anak akan tersentuh aura kita. Jika kita menyuruh anak dengan nada keras, biasanya anak akan membalas dengan nada keras pula. Jika kita sedang marah, sebaiknya kita tak usah mendekati anak dulu.

Ketiga, perintahkan sesuatu sesuai dengan kemampuan anak. Banyak perintah untuk anak akan membuat si kecil memiliki sikap yang tidak baik. Dikhawatirkan anak akan menjadi bingung dengan perintah yang diberikan. Dan anak pun akan terbiasa menolak perintah kita.

Keempat, tidak perlu menakut-nakuti anak agar anak patuh pada perintah kita.  Karena, dengan menakut-nakuti anak dengan seseorang yang seharusnya tidak anak takuti, akan membuat anak merasa takut ketika  didekati seseorang yang disebut itu. Semoga bermanfaat. (Yuli Kismawati, pendidik PAUD Desa Sokawera, Cilongok Banyumas)

 

Sumber : sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

COMMENTS