Memaksa Anak Minta Maaf Bukan Tindakan Bijaksana, Mengapa?

Memaksa Anak Minta Maaf Bukan Tindakan Bijaksana, Mengapa?Ilustrasi

Kita sedang menghadiri arisan RT bersama anak karena tak ada yang menjaganya di rumah. Ketika kita sibuk menggosip, mendadak salah satu anak menangis akibat berebut mainan dengan anak kita. Wah, pasti kita malu rasanya.

Sang ibu biasanya akan buru-buru memaksa anak minta maaf untuk menutupi rasa malunya di depan para tetangga. Sementara ibu-ibu yang lain mungkin memaksa anak bilang ‘maaf’ supaya anak tahu kalau apa yang telah ia lakukan itu salah dan membuat orang lain sedih.

Menurut seorang ahli parenting, memaksa anak minta maaf tidak terlalu ada gunanya meskipun kita bermaksud baik.

“Meminta maaf memang baik untuk memperbaiki hubungan anak dengan teman seusianya, tapi memaksa anak minta maaf adalah kekeliruan besar,” jelas Laura Markham, pengarang buku “Peaceful Parent, Happy Siblings: How to Stop the Fighting and Raise Friends for Live.”

Mengapa demikian? Apapun yang dipaksakan hasilnya tidak akan baik, demikian juga dengan memaksa anak minta maaf. Permintaan maaf yang dipaksakan hanya akan membuat anak merasa marah dan malu, karena saat itu ia belum menyadari bahwa dirinya bersalah.

Bagaimana sebaiknya?

Markham menyarankan agar orangtua terlebih dahulu membuat anak menyadari bahwa tindakan mereka salah dan bersedia melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.

“Jika anak Anda telah membuat teman sebayanya menangis (karena merebut mainannya atau lainnya), ajak ia mendekati temannya itu sambil mengatakan sesuatu seperti, ‘Lho kok Adi menangis ya? Yuk kita kasih kue ini biar dia ngga nangis lagi,'” jelas Markham.

Ini bukan berarti kita tak perlu lagi mengajarkan anak minta maaf, Parents. Permintaan maaf yang diucapkan di mulut saja tanpa disertai pemahaman anak tentang makna kata ‘maaf’ tidak akan menyelesaikan masalah. Demikian juga ketika kita memaksa anak minta maaf tanpa menunjukkan apa yang harus ia lakukan untuk memperbaiki kesalahannya.

“Anak-anak belajar dari kita tentang bagaimana menjalin dan memperbaiki hubungan,” kata Markham. “Jadi usahakan agar Andalah yang pertama kali minta maaf dan berusaha mengambil hati anak, ketika Anda dan dirinya terlibat pertengkaran.”

Parents, sudahkah Anda mengajarkan makna kata ‘maaf’ pada anak?

Sumber : id.theasianparent.com

COMMENTS