MELATIH ANAK MENJAGA DIRINYA SENDIRI

MELATIH ANAK MENJAGA DIRINYA SENDIRIIlustrasi

Anak-anak merupakan anugerah yang harus kita syukuri keberadaannya. Sebagai orangtua kita tentu menginginkan anak-anak kita selalu terjamin keselamatannya.
Sayangnya orangtua juga memiliki keterbatasan.
Kita tidak bisa menjaga mereka setiap saat.
Banyak hal yang perlu dikomunikasikan kepada mereka terkait keselamatan mereka sendiri. Kita perlu memberikan edukasi secara terus menerus tentang bagaimana cara menjaga diri sendiri sejak mereka kecil.
Sebetulnya, sejak usia 3 tahun, seorang anak sudah bisa diajarkan untuk menjaga dirinya sendiri.
Jangan pernah berpikir bahwa kejahatan hanya dilakukan oleh orang yang tidak kita kenal saja dan tidak mungkin dilakukan oleh orang terdekat kita, justru yang sering terjadi pelaku kejahatan adalah orang-orang yang mereka kenal atau bahkan dekat dengan kehidupan mereka. Ajar anak-anak kita untuk pintar membaca gerak gerik orang-orang yang mulai mencurigakan.

Berikut beberapa hal yang dapat kita sampaikan kepada anak-anak agar mereka dapat menjaga dan melindungi dirinya sendiri:

1. “DO NOT TALK TO STRANGERS”

Di negara-negara Barat, ini adalah peraturan dasar untuk anak-anak.
Ingatkan pada anak untuk tidak menerima atau menolak ajakan dari orang asing.
Definisikan orang asing. Beritahukan padanya siapa saja yang layak dipercaya dan mana yang masuk kategori orang asing. Orang tak dikenal yang kelihatannya baik—berbicara dengan tutur kata manis atau memberi permen, tetap saja masuk kategori orang asing yang mesti diwaspadai.
Katakan pada anak untuk tegas bahkan jika perlu teriak minta tolong sekencang-kencangnya ketika ada orang mengajak pergi dengan paksa.
Juga ingatkan anak untuk menjauh dari mobil asing. Sekali tergoda untuk masuk ke dalam kendaraan milik orang tak dikenal, akan kecil kemungkinan bagi anak-anak untuk melarikan diri darinya. Ajari anak untuk tidak menumpang ataupun sekadar melihat-lihat kendaraan milik orang asing.

Untuk anak-anak balita, komunikasikan pesan secara sederhana dengan bahasa yang lugas. Ulangi pesan ini untuk memastikan bahwa si kecil telah mengerti. Mintalah anak agar juga menjelaskan pada boneka atau adiknya. Ini akan membuat anak merasa dirinya dan pesan itu penting.

2. BERLATIH BERKATA “TIDAK”

Kebanyakan anak diajarkan untuk sopan dan menurut kepada orang yang lebih tua. Itu dulu. Kini, zaman telah berubah. Ajaran ini tak sepenuhnya benar, karena pelaku kekerasan atau penculikan anak biasanya adalah orang dewasa yang pura-pura bertingkah sopan.
Ajarkan anak untuk menjadi anak yang baik dan sopan terhadap orang lain, namun tidak mudah dirayu. Ajarkan juga untuk tidak sembarangan menerima makanan, mainan, barang, uang atau pemberian lainnya dari orang yang tidak dikenal. Itu bisa menjadi modus para pelaku kejahatan untuk menarik perhatian anak.
Jadi, ajarkan anak untuk berani mengatakan “Tidak” kepada orang yang tidak ia kenal, apalagi jika si kecil merasa tak nyaman berada di dekat orang tersebut.

3. MENGINGAT INFORMASI PRIBADI

Ajarkan anak untuk menghapal alamat rumah, nama ayah ibu dan nomor handphone orangtuanya atau nomor telepon penting lainnya yang dapat membantu. Hal tersebut dapat berguna ketika anak dalam keadaan darurat dan membutuhkan pertolongan.
Untuk anak balita yang belum lancar berbicara, bisa berikan gelang, atau sticker bertuliskan informasi seperti nomor telpon orang tua dan nama anak, saat anak anda bepergian ke tempat umum, seperti ke mall. Bisa saja anak tersesat saat anda asyik berbelanja.

4. BERI PENDIDIKAN SEKSUAL

Ajari anak untuk mengenal bagian-bagian tubuh intimnya yang tidak boleh orang lain sentuh. Beri penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti agar anak dapat mengerti maksudnya dan tahu sebab akibatnya.
Mengajari anak untuk menutup organ-organ vitalnya. Tidak memperbolehkannya memperlihatkan atau mempertontonkan bagian tubuh yang bersifat privasi kepada orang lain. Hal ini untuk mencegah keinginan seseorang melakukan pelecehan terhadap anak kita.
Ajarkan juga pada anak untuk percaya insting.
Anak-anak tidaklah senaif yang dibayangkan orang. Meski tak mampu menjelaskan, mereka bisa mendeteksi gelagat tak baik yang ditunjukkan orang lain. Jika merasa tidak nyaman, ajari anak untuk segera ambil langkah seribu dan mencari tempat yang aman.

5. MEMINTA BANTUAN ORANG DEWASA

Menolong orang lain memang perbuatan mulia. Tetapi, orang dewasa yang bertangung jawab pasti akan minta pertolongan pada sesama orang dewasa, bukannya anak-anak. Jadi, ajari anak untuk menjauh dari orang asing yang minta diantar mencari alamat, minta ditemani mencari uang yang hilang, hewan peliharaan yang kabur, dll.
Ajarkan pula pada anak untuk mengenali orang dewasa yang bisa dipercaya, misalnya saat tersesat di mall atau tempat umum, carilah satpam atau polisi, atau pramuniaga toko yang bisa dikenali lewat seragam mereka. Ajarkan anak mengenali seragam satpam, polisi dan pramuniaga toko yang sering anda kunjungi.

6. SAMPAIKAN LEWAT PERMAINAN

Sejak usia tiga tahun, anak biasanya mulai suka mengajukan pertanyaan. Nah, manfaatkan masa ini untuk mengomunikasikan bagaimana mereka harus menjaga dirinya sendiri lewat permainan.
Anda dan si kecil bisa bergantian mengajukan pertanyaan. Misalnya Anda bertanya, “Bagaimana jika ada orang yang tidak dikenal ingin memberi Adik permen?” Si kecil mungkin akan menjawab “Mau” Nah, pada saat itulah Anda bisa menjelaskan bahwa tak semua orang baik. Ada yang berpura-pura baik dan kemudian berbuat jahat.

7. BIASAKAN UNTUK MENGOMUNIKASIKAN PERASAANNYA

Berikan rasa aman dan nyaman kepada si kecil, selama mereka berada di dekat Anda. Dengan demikian, ia dapat secara leluasa mengungkapkan semua yang ada di benak mereka.
Tanamkan rasa cinta dan komunikasi yang baik kepada anak-anak agar mereka bisa menjadi anak yang berani, percaya diri dan tegas dalam mengambil sikap. Ajarkan anak untuk selalu terbuka dan jujur menceritakan setiap kejadian, perasaan yang dialaminya pada saat tidak sedang bersama Anda. Hal itu sangat berguna bagi kita untuk mengetahui kejadian apa saja yang dialami mereka sepanjang hari.
Yang tak kalah penting, seberapa pun pintarnya si kecil menjaga diri, ia tetaplah seorang anak. Adalah tugas Anda sebagai orang tua untuk selalu menjaganya. Jangan sesekali membiarkan balita Anda keluar rumah tanpa pengawalan orang dewasa.

Sumber :

COMMENTS