Berjongkoklah Saat Berbicara dengan Anak

Berjongkoklah Saat Berbicara dengan AnakIstimewa

SAHABAT KELUARGA- Apa yang dimaksud Pola asuh active listening atau mendengar secara aktif?

Pola asuh mendengarkan secara aktif ini pernah menjadi pembicaraan pakar pengasuhan anak sekitar setahun lalu. Hal ini dipicu oleh gaya pengasuhan yang diterapkan pasangan pangeran William dan Kate Middleton dari Inggris.

Pasangan calon raja dan ratu Inggris di masa depan ini secara terang-terangan menerapkan pola asuh mendengarkan secara aktif terhadap putra sulungnya, pangeran George yang masih berusia 3 tahun. Keduanya selalu bicara dengan Pangeran George dengan posisi jongkok, untuk menyamakan tinggi mereka dengan si kecil.

Menurut banyak pakar pengasuhan, metode mendengarkan secara aktif dengan cara berjongkok tersebut memungkinkan orang tua dan anak bicara dengan saling menatap mata dan membuat anak merasa didengarkan pendapatnya.

Pola asuh mendengarkan secara aktif ini merupakan cara yang paling baik untuk menyampaikan pesan kepada anak, ‘Kau sangat penting bagiku,’” urai Gill Connell, pakar tumbuh kembang anak dan penulis buku A Moving Child is a Learning Childdari Selandia Baru.

Menurut Connell, cara itu ampuh untuk meningkatkan kepercayaan diri anak juga mendorong mereka untuk lebih banyak berkomunikasi.

 

Lantas, apa yang dimaksud dengan mendengarkan secara aktif itu?

Mendengarkan secara aktif intinya adalah berusaha benar-benar memahami apa yang ingin disampaikan oleh lawan bicara, yakni anak kita. Untuk itu, kita, sebagai orang tua, harus membebaskan diri dari asumsi atau pikiran-pikiran kita tentang anak.

 

Caranya…..

  • Tunjukkan Anda sedang mendengarkan. Usahakan untuk menatap mata lawan bicara dan mendekatkan diri.
  • Berkonsentrasi. Jika perlu, berhentilah sejenak dari apa yang sedang Anda lakukan ketika anak mulai bicara.
  • Dengar, lihat, rasakan. Gunakan seluruh indera Anda untuk memahami, tak hanya menggunakan telinga. Selain mendengar apa yang ia ucapkan, perhatikan pula gerak-geriknya. Terkadang baunya juga memberitahu Anda, apa yang terjadi sesungguhnya.
  • Sesekali ulangi bagian tertentu dari perkataannya untuk menunjukkan Anda tertarik. Lakukan dengan tulus. Misalnya ketika anak bilang, “Tadi di sekolah aku gambar pohon kelapa tinggi banget, kayaknya pohon kelapaku yang paling tinggi dibanding teman-teman,” Anda bisa katakan, “Oh ya, pohon kelapamu yang paling tinggi?”
  • Bertanya. Jangan lupa bertanya apa yang kurang jelas, atau setidaknya perlihatkan bahwa ceritanya menarik. Misalnya, “Memang gambar pohon kelapamu seperti apa?”
  • Katakan dengan bahasa Anda. Setelah ia selesai bercerita, Anda bisa mengulang ceritanya dengan lebih singkat, dengan kata-kata yang agak berbeda. Misalnya, “Sepertinya tadi kamu senang sekali menggambar pohon kelapa di sekolah. Nggak heran, pohon kelapamu paling tinggi, sih.”

Dalam mendengarkan secar aktif itu, orang tua tidak harus memberi saran apappun. Dengan didengarkan saja anak sudah senang. Lama-lama Anda akan menjadi tempatnya mencurahkan perasaan. Ini akan sangat penting buat membantu dia melewati masa remajanya nanti. (Yanuar Jatnika)

 

Sumber : sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id

COMMENTS